Rabu, 26 November 2014

Teknik Budidaya Cabai Keriting



A. Golongan Cabai Keriting
Cabai keriting merupakan tanaman musiman dengan tinggi dapat mencapai satu meter, daun berwarna hijau tua, berbentuk bujur telur dan bunga soliter dengan daun bunga putih. Tanaman cabai keriting merupakan tumbuhan perdu yang berkayu, tumbuh di daerah dengan iklim tropis. Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang biak didataran tinggi maupun dataran rendah.
Klasifikasi botani tanaman cabai keriting adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta; Sub Divisi : Angiospermae; Kelas : Monocotyledonae; Family : Solaneceae; Genus : Capsicum; Spesies : Capsicum annuum L

B. Teknik Budidaya

1. Syarat Iklim
Pada umumnya cabai keriting dapat ditanam di dataran rendah sampai pegunungan (dataran tinggi) + 2.000 meter dpl yang membutuhkan iklim tidak terlalu dingin dan tidak terlalu lembab. Temperatur yang baik untuk tanaman cabai keriting adalah 24-27derajat C, dan untuk pembentukan buah pada kisaran 160-230 C.

2. Syarat Tanah
Hampir semua jenis tanah yang cocok untuk budidaya tanaman pertanian, cocok pula bagi tanaman cabai keriting. Untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas hasil yang tinggi, cabai keriting menghendaki tanah yang subur, gembur, kaya akan organik, tidak mudah becek (menggenang), bebas cacing (nematoda) dan penyakit tular tanah. Kisaran pH tanah yang ideal adalah antara 5.5 – 6.8.

3. Persiapan Lahan dan Tanam
Tahapan pengolahan tanah dilakukan dengan tata cara sebagai berikut :

  • Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman atau perakaran dari pertanaman sebelumnya.
  • Pengapuran dilakukan jika tanah yang akan ditanami cabai keriting cendrung bersifat asam
  • Tanah dibajak atau dicangkul sedalam 30 – 40 cm, kemudian dikeringkan selama 7-14 hari.
  • Tanah yang sudah agak kering segera dibentuk bedengan-bedengan selebar 110-120 cm, tinggi 40-50 cm, dan panjang disesuaikan dengan lahan.
  • Pada saat 70% bedengan kasar terbentuk, bedengan dipupuk dengan pupuk kandang (kotoran ayam, domba, kambing, sapi ataupun kompos) yang telah matang. Apabila menggunakan MPHP maka bedengan lansung dicampur dengan pupuk anorganik (Urea, ZA, SP-36, KCL atau pupuk NPK)

4. Penyiapan Benih dan Pembenihan
Benih dapat disemai langsung dalam bumbung (koker) yang terbuat dari daun pisang, sebelumnya bumbung diisi dengan media campuran tanah halus, pupuk kandang matang halus, ditambah pupuk NPK yang dihaluskan serta Furadan. Bahan media semai tersebut dicampur merata, lalu dimasukkan ke dalam bumbungan hingga penuh. Benih cabai keriting yang telah direndam, disemaikan satu per satu sedalam 1,0 – 1,5 cm, lalu ditutup dengan tanah tipis. Berikutnya semua bumbung yang telah diisi benih cabai keriting disimpan di bedengan secara teratur dan segera ditutup dengan karung goni basah selama + 3 hari agar cepat berkecambah. Setelah itu segera lindungi dengan sungkup dari bilah bambu beratapkan plastik bening (transparan), pemeliharaan persemaian adalah penyiraman 1-2 kali/hari atau tergantung cuaca, dan penyemprotan pupuk daun pada dosis rendah 0,5 gr/liter air, saat tanaman muda berumur 10 – 15 hari, serta penyemprotan pestisida pada konsentrasi setengah dari yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.

5. Pemasangan MPHP
Sebelum MPHP dipasang untuk menutupi permukaan bedengan, terlebih dahulu dilakukan pemupukan pupuk buatan secara total sekaligus. Campuran pupuk buatan ini disebar merata dengan tanah bedengan, setelah itu tutup tanah dengan plastik MPHP. Bedengan yang telah ditutup MPHP dibiarkan dulu selama + 5 hari agar pupuk buatan larut dalam tanah dan tidak membahayakan (toksis) benih cabai keriting yang ditanam. Setelah di pasang lalu lakukan pembuatan lubang tanam dengan menggunakan alat bantu khusus yang terbuat dari potongan pipa besi diisi arang. dengan cara menempelkan ujung bawahnya pada MPHP sesuai dengan jarak tanam yang telah ditetapkan.

6. Penanaman
Benih cabai keriting yang siap ditanam ialah yang telah berumur 17 – 23 hari atau berdaun 2 – 4 helai. Jarak tanam untuk cabai keriting adalah 60 x 70 cm atau 70 x 70 cm, benih cabai keriting yang siap dipindah tanamkan segera disiram dengan air bersih secukupnya. Setelah media semainya cukup kering, benih cabai keriting di tanam dengan kokerannya.

7. Pemeliharaan Tanaman
Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman meliputi :

  • Pemasangan Ajir (turus) bertujuan untuk menopang pertumbuhan tanaman agar kuat dan kokoh serta tidak rebah, pemasangan ajir dilakukan pada tanaman berumur 1 bulan setelah tanam hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan akar tanaman sewaktu memanennya.
  • Penyiraman (Pengairan) dilakukan pada awal pertumbuhan pada saat cabai keriting menyesuaikan diri tehadap lingkungan, maka penyiraman perlu dilakukan secara rutin tiap hari, terutama di musim kemarau. Setelah tanaman tumbuh kuat dan perakarannya dalam, pengairan berikutnya dilakukan sesuai keadaan cuaca.
  • Perempelan Tunas dan Bunga Pertama bertujuan untuk merangsang pertubuhan tunas-tunas dan percabangan diatasnya yang lebih banyak dan produktif menghasilkan buah yang lebat. Dilakukan pada umur antara 7 – 20 hari.
  • Pemupukan Tambahan (susulan), sekalipun tanaman cabai keriting sudah di pupuk total pada saat akan memasang MPHP, namun untuk menyuburkan pertumbuhan yang prima dapat diberi pupuk tambahan. Jenis pupuk yang digunakan pada fase pertumbuhan vegetatif aktif (daun dan tunas) adalah pupuk daun yang kandungan Nitrogennya tinggi, pada saat pertumbuhan bunga dan buah (generatif) menggunakan pupuk daun yang mengandung unsur Phospor dan Kaliumnya tinggi.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit, salah satu faktor penghambat peningkatan produksi cabai keriting adalah adanya serangan hama dan penyakit yang fatal. Kehilangan hasil produksi cabai keriting karena serangan penyakit busuk buah (Colletotrichum spp), bercak daun (Cercospora sp) dan cendawan tepung (Oidium sp.) berkisar antara 5% – 30%. Strategi pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai keriting diajurkan penerapan pengendalian secara terpadu. Komponen Pengendalian Hama dan Penyakit secara Terpadu (PHPT) ini mencakup pengendalian kultur teknik, hayati (biologi), varietas yang tahan (resisten), fisik dan mekanik, dan cara kimiawi.

8. Panen
Panen cabai keriting sangat dipengaruhi oleh faktor jenis atau varietasnya, dan lingkungan tempat tanam. Di dataran rendah, umumnya cabai keriting mulai dipanen pada umur 75-80 hari setelah tanam. Panen berikutnya dilakukan selang 2-3 hari sekali. Sedangkan di dataran tinggi (pegunungan), panen perdana dapat dimulai pada umur 90-100 hari setelah tanam. Selanjutnya pemetikan buah dilakukan selang 6-10 hari sekali. Khusus untuk sasaran ekspor, panen cabai keriting dipilih pada tingkat kemasakan 85% – 90% saat warna buah merah-kehitaman. Di dataran rendah, panen cabai keriting untuk tujuan ekspor dapat diatur 2 hari sekali sedangkan di dataran tinggi antara 4-6 hari sekali.

Budidaya Bawang Merah Di Lahan Kering


Bawang merah mempunyai prospek untuk dikembangkan di lahan kering. Berikut ini disampaikan syarat tumbuh dan teknik budidaya bawang merah di lahan kering.

A. PRA TANAM

1. Syarat Tumbuh
Bawang merah dapat tumbuh dan beradaptasi dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi hingga sekitar 1000 m di atas permukaan laut (dpl). Namun demikian, produksi terbaik umumnya diperoleh di dataran rendah yang didukung oleh iklim yang ideal, meliputi : suhu udara berkisar 25 – 32 OC,, kondisi cuaca kering dan tempat terbuka dengan penyinaran sekitar 75%. Persyaratan tanah untuk bawang merah adalah : subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik. Jenis tanah yang paling baik yakitu lempung berpasir atau lempung berdebu, pH tanah 5,5 – 6,5, dan drainase serta aerasi tanah baik. Jika kondisi tanah kurang sesuai kita bisa mengkondisikanya sedemikian rupa, China yang iklimnya subtropis saja bisa menghasilkan bawang yang baik dan mampu mengekspornya ke Indonesia, sesuatu yang Aneh kan.Negara Tropis impor produk holtikultura dari negeri sub tropis.

2. Pengolahan Tanah
  • Pupuk kandang disebarkan di lahan dengan dosis 0,5-1 ton/ 1000 m2
  • Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)
  • Dibuat bedengan dengan lebar 120 -180 cm
  • Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air (canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm.
  • Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit/kapur pertanian dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu. Untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan GLIO 100 gr (1 bungkus GLIO) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu lalu taburkan merata di atas bedengan.
3. Pupuk Dasar
  • Berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36 secara merata diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah.
  • Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di bedengan.

4. Pemilihan Bibit
Bawang merah akan tumbuh optimal dengan tanah ber-pH 5.6 – 6.5, dan suhu 25-32 derajat C. Untuk itu, sebelum bibit ditanam sebaiknya tanah disiram terlebih dahulu, bahkan kalau perlu dibuat atap dengan jarak yang cukup tinggi untuk menjaga bibit yang baru ditanam dari panas yang terlalu terik dan hujan.
  • Ukuran umbi bibit yang optimal adalah 3-4 gram/umbi.
  • Umbi bibit yang baik yang telah disimpan 2-3 bulan dan umbi masih dalam ikatan (umbi masih ada daunnya)
  • Umbi bibit harus sehat, ditandai dengan bentuk umbi yang kompak (tidak keropos), kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas atau berkilau)
  • Atau anda bisa menguunakan bibit dari biji yang sudah terbukti bebas penyakit layu dan bersertifikat dari deptan. Sebagai solusi dari mahalnya bibit umbi untuk kebutuhan per hektarnya.

B. FASE TANAM

1. Jarak Tanam
  • Pada Musim Kemarau, 15 x 15 cm, varietas Ilocos, Tadayung atau Bangkok
  • Pada Musim Hujan 20 x 15 cm varietas Tiron

2. Cara Tanam
  • Umbi bibit direndam dulu dalam larutan POC + air ( dosis 1 tutup/lt air )
  • Taburkan fungisida secara merata pada umbi bibit yg telah direndam POC
  • Simpan selama 2 hari sebelum tanam
  • Pada saat tanam, seluruh bagian umbi bibit yang telah siap tanam dibenamkan ke dalam permukaan tanah. Untuk tiap lubang ditanam satu buah umbi bibit.

Pemupukan
Untuk media tanam pada lahan kering atau tegalan, pupuk yang dibutuhkan adalah pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk dasar yaitu pupk kandang bisa sapi atau kambing 15-20 ton/ha atau kotoran ayam 5-6 ton/ha atau kompos 2,5 ton/ha. Pupuk buatan juga dibutuhkan TSP 150-200 kg/hektar. cara memberikan pupuk dasar adalah dengan menyebar dan mengdauk rata dengan tanah 1-3 hari sebelum tanam.

Untuk pupuk susulan berupa urea 150kg/ha, Za 300 kg/ha, dan KCL 150/ha.pemupukan susulan yang pertama dilakukan pada umur 10-15 hari setelah tanam dan pemupukan susulan kedua yaitu pada umur 1 bulan setelah tanam dengan 1/2 dosis.

Penyiraman dan Penyiangan.
Bawang merah merupakan tanaman yang memerlukan banyak air tetapi tidak tahan genangan/kondisi becek. Penyiraman sebaiknya dilakukan menggunakan gembor. Untuk tanaman berumur 0 -10 hari, penyiraman dilakukan 2 (dua) kali yakni pagi dan sore hari, sedangkan sesudah umur tersebut penyiraman cukup dilakukan sekali sehari (sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Cara penyiraman lainnya yakni cara ”leb” (memasukkan air ke bedengan hingga merata) digunakan di lahan persawahan, untuk lahan kering tetap dengan gembor atau selang. Apabila digunakan cara ini (”leb”), sebaiknya dilakukan setelah tanaman berumur lebih dari 10 hari. Pengairan secara ”leb” dapat dilakukan setiap 3 -4 hari sekali. Penyiangan pada budidaya bawang merah sebaiknya dilakukan 2 kali yakni pada saat tanaman berumur 10 -15 hari dan 28 – 35 hari (sebelum pemupukan susulan). Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma di sekitar tanaman.

Pengendalian Hama dan Penyakit.
Hama-hama penting pada budidaya bawang merah serta cara pengendaliannya adalah sebagai berikut :

1. Ulat daun bawang (Spodoptera exiqua).
Gejala serangan : Pada daun yang terserang terlihat bercak putih transparan. Hal ini karena ulat menggerek daun dan masuk ke dalamnya sehingga merusak jaringan daun sebelah dalam sehingga kadang-kadang daun terkulai.
Cara pengendalian : Rotasi tanaman, waktu tanam serempak, atau dengan pengendalian secara kimiawi yaitu menggunakan Curacron 50 EC, Diasinon 60 EC, atau Bayrusil 35 EC.
2. Trips (Trips tabaci Lind.).
Gejala serangan : Terdapat bintik-bintik keputihan pada helai daun yang diserang, yang akhirnya daun menjadi kering. Serangan biasanya terjadi pada musim kemarau. 
Cara pengendalian : Mengatur waktu tanam yang tepat, atau secara kimiawi yakni dengan penyemprotan Curacron 50 EC, Diasinon 60 EC, atau Bayrusil 35 EC.
3. Ulat tanah (Agrotis epsilon).
Pengendalian dilakukan secara manual yakni dengan mengumpulkan ulat ulat pada sore/senja hari di antara pertanaman serta menjaga kebersihan areal pertanaman.

4. Penyakit bercak ungu atau trotol (Alternaria porri).
Gejala serangan : Pada daun yang terserang (umumnya daun tua) terdapat bercak keputih-putihan dan agak mengendap, lama kelamaan berwarna ungu berbentuk oval, keabu-abuan dan bertepung hitam. Serangan umumnya terjadi pada musim hujan. 
Cara pengendalian : Rotasi tanaman, melakukan penyemprotan setelah hujan dengan air untuk mengurangi spora yang menempel pada daun. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan fungisida, antara lain Antracol 70 WP, Ditane M-45, Deconil 75 WP, atau Difolatan 4 F.
5. Nematoda akar (Ditylenchus dispaci).
Gejala seranga : tanaman kerdil dan tidk mampu membentuk umbi. 
Cara pengendalian : pemberian Furadan 3G sebanyak 20-80 kg per hektar.


C. PANEN DAN PASCA PANEN
Panen dilakukan apabila tanaman telah berumur 65-75 hari setelah tanam. Tanaman yang telah siap dipanen memiliki ciri-ciri :
  • Tanaman telah cukup tua, dengan hampir 60-90% batang telah lemas dan daun menguning
  • Umbi lapis terlihat padat berisi dan sebagian tersembul di permukaan tanah
  • Warna kulit umbi mengkilat atau memerah
  • Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman bersama daunnya dan diusahakan agar tanah yang menempel pada umbi dibersihkan. Biarkan umbi beberapa jam pada bedengan, kemudian diikat (1-1,5 kg/ikat)
Umbi yang telah diikat dijemur dengan posisi daun berada di atas (selama 5-7 hari). Setelah daun kering, ikatan diperbesar dengan menyatukan 3-4 ikatan kecil menggunakan tali bambu. Selanjutnya ikatan dijemur kembali dengan posisi umbi di atas (selama 2-3 hari),
Bila umbi telah kering, umbi siap disimpan di gudang atau di para-para.atau dilakukan pengasapan agar tidak mudah busuk dan tahan lama

Budidaya Jahe Merah sederhana


Kita tentukan saja pilihan kita kali ini pada tanaman budidaya Jahe Merah. Tanaman ini tak terlalu sulit dalam berbudidayanya. Cukup di sela-sela tanaman pokok (sengon, kopi, atau tanaman buah-buahan), Media tanam bisa menggunakan Karung/Glangsing/Polybag yang telah diisi Bokashi dan tanah dengan perbandingan 1: 3. Pengisian media tanam awalnya hanya perlu diisi setinggi kira-kira 15 cm.

Dengan perawatan sangat sederhana yakni pemupukan berkala dengan Bokashi dan Suplemen Organik Tanaman yang dikocorkan maupun disemprot pada bibit yang ditanam, penyemprotan dan pengocoran Suplemen Organik Tanaman hanya perlu dilakukan 2 minggu sekali dan penambahan Bokashi dilakukan seiring pertumbuhan tunas sampai Polybag terisi dengan ketinggian 80%. Setelah Polybag terisi Tanah dan Bokashi, maka yang dilakukan tinggal perawatan sampai panen, antara 8-10 bulan.

Pembibitan :
Untuk bibit jahe yang sudah siap tanam atau yang sudah bertunas skitar 5-10 cm, namun jika susah memperoleh bibit tunas kita bisa menyemai sendiri bibit jahe yang akan ditanam. Ada beberapa teknik penyemaian. Disini saya bahas salah satunya saja yaitu penyemaian jahe dalam kotak kayu atau media polybag :
  1. Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering)
  2. Kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. 
  3. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari. 
  4. Selanjutnya sebelum disemai bibit harus dibebaskan dari virus penyakit dengan cara potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung lalu dicelupkan dalam larutan Pestisida Herbisida E Fungisida O C selama 15 menit lalu keringkan. 
  5. Rendam kembali dengan zat pengatur tumbuh sekitar 6 jam. ( larutkan 5 tutup zat pengatur tumbuh dengan 14 liter air, tambah 2-3 sendok makan gula pasir, diamkan terlebih dahulu selama 15 menit), larutan siap digunakan. 
  6. Setelah perendaman lalu tiriskan sampe kering. 
  7. Benih telah siap disemaikan.
Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut:
  • Isi kotak kayu dengan tanah + bokashi 3:1 
  • Lalu benamkan rimpang jahe tutup dengan tanah/daun kering tipis-tipis, 
  • Rawat dengan menyirami 2 x sehari.
  • Setelah 2-4 minggu lagi, bibit jahe tersebut sudah siap dipindah ke karung/polibag/keranjang tanam
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas
Bokashi adalah sebuah metode pengomposan yang dapat menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk mengkomposkan bahan organik, yang biasanya berupa campuran molasses, air, starter mikroorganisme, dan sekam padi. Kompos yang sudah jadi dapat digunakan sebagian untuk proses pengomposan berikutnya, sehingga proses ini dapat diulang dengan cara yang lebih efisien. Starter yang digunakan amat bervariasi, dapat diinokulasikan dari material sederhana seperti kotoran hewan, jamur, spora jamur, cacing, ragi, acar, sake,miso, natto, anggur, bahkan bir, sepanjang material tersebut mengandung organisme yang mampu melakukan proses pengomposan.
Dalam proses pengomposan di tingkat rumah tangga, sampah dapur umumnya menjadi material yang dikomposkan, bersama dengan starter dan bahan tambahan yang menjadi pembawa starter seperti sekam padi, sisa gergaji kayu, ataupun kulit gandum dan batang jagung (Yusuf, 2000). Mikroorganisme starter umumnya berupa bakteri asam laktat, ragi, atau bakteri fototrofik yang bekerja dalam komunitas bakteri, memfermentasikan sampah dapur dan mempercepat pembusukan materi organik.
Umumnya pengomposan berlangsung selama 10-14 hari. Kompos yang dihasilkan akan terlihat berbeda dengan kompos pada umumnya; kompos bokashi akan terlihat hampir sama dengan sampah aslinya namun lebih pucat. Pembusukan akan terjadi segera setelah pupuk kompos ditempatkan di dalamtanah. Pengomposan bokashi hanya berperan sebagai pemercepat proses pembusukan sebelum material organik diberikan ke alam.
Pupuk Bokashi, menurut Wididana et al (1996) dapat memperbaiki sifat fisika,kimia, dan biologi tanah, meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi tanaman, serta menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian yang berwawasan lingkungan. Pupuk bokashi tidak meningkatkan unsur hara tanah, namun hanya memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, sehingga pupuk anorganik masih diperlukan (Cahyani, 2003). Pupuk bokashi, seperti pupuk kompos lainnya, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kandungan material organik pada tanah yang keras seperti tanah podzolik sehingga dapat meningkatkan aerasi tanah dan mengurangi bulk density tanah (Susilawati, 2000, dan Cahyani, 2003). Berdasarkan hasil penelitian Cahyani (2003), Penambahan pupuk bokashi berbahan dasar arang sekam padi dapat meningkatkan nilai batas cair dan batas plastis tanah latosol, namun terjadi peningkatan indeks plastisitas. Penambahan bokashi arang sekam padi juga berpengaruh terhadap kekuatan geser tanah dan peningkatan tinggi maksimum tanaman. Bokashi juga dapat digunakan untuk mengurangi kelengketan tanah terhadap alat dan mesin bajak sehingga dapat meningkatkan performa alat dan mesin bajak (Yusuf, 2000), dengan pengaplikasian bokashi sebelum pengolahan tanah dilakukan.

Penanaman
Siapkan alat dan bahan : 
  • Cangkul / sekop (untuk mengaduk)
  • Karung / polibag / keranjang (pakai yg bekas )
  • Ember
  • Bokashi
  • Tanah
  • Ambil rimpang jahe dari kotak penyemaian kemudian patah-patahkan dengan tangan rimpang jahe tersebut menjadi 2 - 3 ruas, dimana 1 ruasnya terdapat minimal 2 mata tunas. 
  • Lalu buat campuran antara tanah dan bokashi dengan perbandingan 3:1 . Masukkan campuran tanah dan bokashi ke dalam karung/polibag/keranjang dengan ketinggian sekitar 15cm, jika menggunakan media karung sesuaikan terlebih dahulu tinggi karung dengan cara menekuk bagian atas karung seperti gambar paling atas agar ketinggian sesuai.
  • Kemudian masukan tunas bibit jahenya, (satu karung bisa diisi sekitar 3-4 titik tanam untuk hasil yang maksimal)
  • Setelah selesai penanaman keseluruhan siram dengan air . 
  • Selama sekitar seminggu lakukan penyiraman rutin pagi dan sore agar tunas tidak layu/ kering.

Perawatan dan Pemupukan
  • Sirami tiap hari minimal sehari sekali, tapi jika cuaca panas atau musim kemarau sebaiknya siram 2 x sehari.
  • Sekitar usia 2-4 minggu lakukan pengocoran dengan fermentasi zat pengatur tumbuh. (zat pengatur tumbuh 5 tutup, Gula 3 sendok makan, Urine 2 liter, Feses 2 liter, difermentasi 24 jam). Setelah fermentasi jadi campur dengan 15 liter air lalu gunakan untuk mengocor/ menyiram.
  • Lakukan penyemprotan dengan zat pengatur tumbuh dan Pestisida Herbisida E Fungisida O C secara bergantian dengan interval 2-4 minggu sekali. (bahan untuk menyemprot atau pengatur tumbuh/Pestisida Herbisida E Fungisida O C 5 tutup, Gula 3 sendok, bisa ditambah urine 0,5 liter fermentasi 24jam) kemudian campur air 1 tangki dan siap disemprotkan.
  • Lakukan pengurukan kembali dengan tanah + bokashi (3:1) pada usia 2-3 bulan atau jika terlihat rimpang jahe yang menyembul keluar timbun/uruk sekitar 10cm. 
  • Lakukan pengurukan ini berulang-ulang seiring pertumbuhan jahe hingga usia sekitar 8 bulan atau sampai karung /polibag / keranjang terisi penuh dengan tanah urukan.
Optimalisasi penanaman sebagai penghasilan tiap bulan
Caranya tiap bulannya kita musti tanam jahe misalnya 20-40 polibag/karung. Jadi diawal tiap bulannya kita tanam jahe. Contoh misal bulan January minggu awal kita tanam 40 polibag/karung jahe, maka bulan February di Minggu awal berikutnya kita tanam lagi 40 polibag/karung, begitu juga bulan Maret dan bulan-bulan berikutnya.

Biasanya jahe sudah bisa dipanen di usia 8-10 bulan, lebih baik kwalitasnya jika panen di usia 10 bulan saja supaya jahe matang tua sempurna. Jadi untuk jahe yang kita tanam di bulan January kita panennya di bulan November awal, bulan February panen di bulan Desember, Maret panen di January, begitu seterusnya sehingga mulai bulan November sampai kedepan kita akan mempunyai penghasilan tiap bulannya dari hasil bertani.
Untuk skema tanam dan waktu panen bisa dilihat dari tabel di bawah ini.

Waktu Tanam
Jumlah Tanam
Waktu Panen
January
40 karung
November
February
40 Karung
Desember
Maret
40 Karung
January
April
40 karung
February
Mei
40 karung
Maret
Juny
40 karung
April
July
40 karung
Mey
agustus
40 karung
Juny
September
40 karung
July
Oktober
40 karung
Agustus
November
40 karung
September
Desember
40 karung
Oktober

Cara Ternak Kambing Dengan Baik dan Benar


 Kambing merupakan salah satu hewan yang merupakan salah satu favorite para peternak untuk dibudidayakan . hal tersebut dikarenakan permintaan pasar yang tak pernah sepi, serta potensi daya beli pada saat momen - momen tertentu ( Idhul adha dll ) yang tentunya dapat memberikan omset yang berlimpah bagi para peternaknya . Dalam masyarakat dikenal berbagai macam jenis kambing seperti kambing kacang, kambing peranakan etawah, kambing boer , kambing manggala, kambing batang dll . Tak heran Ternak Kambing merupakan salah satu primadona dalam dunia peternakan langsung saja berkut ulasan selengkapnya mengenai Cara Ternak Kambing Dengan Baik dan Benar . 
Cara Ternak Kambing Dengan Baik dan Benar
Beberapa jenis kambing di Indonesia  tersebar di daerah yang tergolong  kering dan berbukit atau daerah pegunungan karena  hewan ini menyukai daerah seperti itu,  kambing adalah hewan  takut pada air.     
Sementara ini kambing digolongkan dalam  2 tipe yaitu   
a. kambing potong (penghasil daging)   
b. kambing dwi-guna (penghasil daging dan susu).    
Berdasarkan tujuan pemeliharaan : 
a. Untuk pembibitan 
b. Untuk penggemukan 
Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam memilih bibit Kambing Jantan
  • Sehat, 
  • Tubuh besar (sesuai umur)  
  • Bulu bersih dan mengkilap  
  • Badan panjang, kaki lurus, tidak cacat  
  • Tumit tinggi, penampilan gagah  Aktif dan nafsu kawinnya besar, mudah ereksi  
  • Buah zakarnya normal (2 buah, sama besar dan kenyal);  
  • Sebaiknya dari keturunan kembar 
  
Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam memilih bibit Kambing Betina
  •  Sehat, tidak terlalu gemuk dan tidak cacat  
  • Bulu bersih dan mengkilap  
  • Alat kelaminnya normal  
  • Mempunyai sifat keibuan (mengasuh anak dengan baik)  
  • Ambing (buah susu) normal (halus kenyal tidak terinfeksi atau terjadi pembengkakan)  
  • Sebaiknya berasal dari keturunan kembar    
  

Proses Perkawinan Kambing Jantan dan Betina 
   
Apabila seekor kambing telah memasuki masa dewasa kelamin maka ternak tersebut dapat dikawinkan.   Tanda-tanda dewasa kelamin :  Kambing  berumur 6-8 bulan biasanya telah dewasa kelamin (sudah mulai birahi).  Umur dapat diketahui dengan catatan kelahiran atau dapat dilihat dari giginya   Umur pertama kali dikawinkan 10 – 12 bulan (untuk betina), sedangkan yang jantan mulai dipakai sebagai pemacek berumur lebih dari 1 tahun.  
Tanda kambing Betina Siap Kawin :

1. Alat kelamin bagian luar membengkak, basah, merah dan hangat 
2. Ekor digerak-gerakan,  3. Diam bila dinaiki oleh pejantan   
Waktu Kawin
 Waktu yang tepat adalah 12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi.  Untuk memudahkan proses kawin dan mengurangi resiko kegagalan maka kambing betina dan pejantan dikandangkan dalam satu kandang.  Hindarkan terjadinya perkawinan antar saudaranya atau anak dengan bapaknya, atau induk dengan anaknya.   
Tanda kambng Betina Siap Melahirkan 
 Pinggul mengendur  Ambing tampak besar dan putting susu terisi penuh  Alat kelamin bengkak kemerah-merahan dan lembab  Gelisah  Nafsu makan menurun 
  
Perawatan Kambing yang baru lahir : 
1. Perhatikan ikatan anak dan induk setelah melahirkan apakah induk aktif menjilati dan menyusui anaknya? 2. Bila induk tidak mau menyusui anaknya,  Pegang induk dan dekatkan kepada anaknya sehingga anak dapat menyusu kepada induknya  Bila tetap tidak mau menyusui selama lebih dari 4 jam berikan susu bubuk putih + gula 1 sendok teh + 1 butir telur ayam + 1 cangkir air matang aduk dan minumkan dengan bantuan dot, berikan dua kali sehari sampai induk mau menyusui sendiri 
Pakan 
 Manfaat rumput adalah sebagai sumber tenaga atau energi dengan sedikit kandungan protein Jenis rumput yang umum di gunakan peternak adalah rumput alam (rumput lapangan) Jenis rumput yang dibudidayakan (ditanam) antara lain :  Rumput Setaria   Rumput Brachiaria  Clitoria ternatea dan lain-lain .
Selain rumput sisa hasil pertanian juga dapat digunakan sebagai sumber Tenaga atau energi antara lain :  Kulit dan daun singkong  Daun papaya  Batang Kangkung  Daun Jagung  Jerami Padi     
Srikandi, contoh varietas jagung untuk pakan ternak  
  
Pakan Alternatif :
Pakan yang bersumber dari hasil olahan pertanian antara lain:  Dedak padi  Ampas tahu dan lain-lain  
KEBUTUHAN PAKAN  1. Kambing Dewasa 1 bagian daun + 3 bagian rumput 2. Kambing yang akan dikawinkan 2 bagian daun berprotein + 3 bagian rumput 3. Kambing bunting 3 bagian daun + 3 bagian rumput   
  
Perkandangan
 
Syarat pembuatan kandang Sebelum membuat kandang sebaiknya ditentukan dulu lokasi dan arah menghadap diusahakan menghadap ke timur, agar kandang yang dibuat memenuhi persyaratan kesehatan ternak yang dipelihara.    
Syarat-syarat tersebut : 
1. Kandang dapat dibuat dari bahan yang kuat, murah harganya dan tersedia di lokasi. 
2. Kandang beratap, dinding dengan ventilasi (lubang angin) agar sirkulasi udara lebih baik, khususnya untuk kambing 
Jenis Penyakit yang biasanya menyerang Kambing
Penyebab Penyakit cacing pada kambing umumnya disebabkan oleh parasit cacing dari golongan cacing gilig, tetapi ada juga dari golongan cacing pipih ataupun cacing Pita   
Gejala
1. Kambing semakin kurus 2. Bulu kambing berdiri dan kusam 3. Nafsu makan berkurang 4. Kambing terlihat pucat  5. Kotoran lembek sampai mencret sehingga kandang cepat menjadi kotor 
   
Penanggulangan Penyakit :
Penanganan 1. Obat tradisional a. Daun nenas yang dekeringkan,  dihaluskan, kemudian ditimbang 300 mg untuk 1 kg bobot badan kambing dicampur air kemudian diminumkan diulang 10 hari sekali (jangan diberikan pada ternak bunting) b. Daun nenas segar dihilangkan durinya ditimbang 600 mg untuk 1 kg bobot badan kambing kemudian diberikan kepada kambing diulang 10 hari sekali (jangan diberikan pada ternak bunting) 2.Obat pabrikan Biasanya digunakan albendazole, valbanzen atau ivermectin yang diulang setiap 3 bulan sekali 
  
Pencegahan
  Pencegahan 1. Jagalah kandang tetap bersih dan kering 2. Buanglah kotoran, sampah dan sisa pakan jauh dari lokasi kandang atau dibuat kompos 3. Jangan menggembalakan kambing pada pagi hari dan pada satu area (usahakan berpindah-pindah) 4. Jangan berikan rumput yang masih berembun 5. Aritlah rumput 2-3 cm diatas permukaan tanah   
Demikian informasi mengenai Cara Ternak Kambing Dengan Baik dan Benar untuk anda sekalian , semoga dapat bermanfaat

Tips Beternak dan Budidaya Sapi Potong Untuk Pemula


Sapi merupakan salah atu komoditas yang marak untuk diperdagangkan . Selain permintaan pasar yang tinggi , harga daging dari tahun ketahun semaki meningkat . Sehingga tidak heran jika banyak peternak berlomba - lomba untuk memelihara dan mengembang biakan sapi potong . Berikut kami sajikan Tips Beternak dan Budidaya Sapi Potong Untuk Pemula . 
Tips Beternak dan Budidaya Sapi Potong Untuk Pemula
Jenis-jenis sapi potong yang terdapat di Indonesia saat ini adalah sapi asli Indonesia dan sapi yang diimpor. Dari jenis-jenis sapi potong itu, masing-masing mempunyai sifat-sifat yang khas, baik ditinjau dari bentuk luarnya (ukuran tubuh, warna bulu) maupun dari genetiknya (laju pertumbuhan).
Sapi-sapi Indonesia yang dijadikan sumber daging adalah sapi Bali, sapi Ongole, sapi PO (peranakan ongole) dan sapi Madura. Selain itu juga sapi
Aceh yang banyak diekspor ke Malaysia (Pinang). Dari populasi sapi potong yang ada, yang penyebarannya dianggap merata masing-masing adalah: sapi Bali, sapi PO, Madura dan Brahman.
Lokasi Peternakan : 


  • Lokasi peternakan, sebaiknya lapangan luas, banyak rumput. Luasnya sesuai jumlah ternak. Makanan utama adalah rumput. Satu sapi, paling tidak mengkonsumsi 1/3 bobot tubuhnya. Tiap hari. Areal inilah nantinya sebagai sumber makanan. Atau juga sebagai lahan menanam rumput gajah.


  • Bisa juga, lahan yang tidak terlalu luas, asal tetap memadai untuk kandangnya. Hanya, rumput atau pakan harus mencari di tempat lain. Seperti jerami, atau pohon jagung yang dijadikan silase.


  • Daerah pertanian, dapat mengambil jerami padi sisa panen atau jagung. Setelah diolah, bahan ini dapat disimpan untuk keperluan hingga beberapa bulan ke depan. Agar tidak perlu mencari pakan tiap hari. Juga, jauh dari pemukiman warga. Menghindari protes aroma. Kecuali, semua warga juga ternak. Ok sajalah.

Kandang
Kandang yang baik. Kandang yang sehat, kering, & bersih. Kandang mendapat penyinaran matahari. Agar kering, tidak lembab. Lembab akan menimbulkan bau, & muncul kuman penyakit. Dibersihkan tiap hari. Sapinya sehat, terhindar dari penyakit.
Sebelum membuat kandang sebaiknya diperhitungkan lebih dulu jumlah sapi yang akan dipelihara. Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk seekor anak sapi cukup 1,5x1 m.
Pembibitan Sapi  : 
Syarat ternak yang harus diperhatikan adalah:

  • Mempunyai tanda telinga, artinya pedet tersebut telah terdaftar dan lengkap silsilahnya.
  • Matanya tampak cerah dan bersih.
  • Tidak terdapat tanda-tanda sering butuh, terganggu pernafasannya serta dari hidung tidak keluar lendir.
  • Kukunya tidak terasa panas bila diraba.
  • Tidak terlihat adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya.
  • Tidak terdapat adanya tanda-tanda mencret pada bagian ekor dan dubur.
  • Tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit dan kerontokan bulu.
  • Pusarnya bersih dan kering, bila masih lunak dan tidak berbulu menandakan bahwa pedet masih berumur kurang lebih dua hari.

Untuk menghasilkan daging, pilihlah tipe sapi yang cocok yaitu jenis sapi Bali, sapi Brahman, sapi PO, dan sapi yang cocok serta banyak dijumpai di daerah setempat. Ciri-ciri sapi potong tipe pedaging adalah sebagai berikut:

  • tubuh dalam, besar, berbentuk persegi empat/bola.
  • kualitas dagingnya maksimum dan mudah dipasarkan.
  • laju pertumbuhannya relatif cepat.
  • efisiensi bahannya tinggi.

Perawatan & Pemeliharaan : 

Perawatan & pemeliharaan sapi meliputi:
Penyediaan pakan, minum, & suplemen pertumbuhan
Memicu pertumbuhan sehat & cepat, dengan suplemen PIKADO
Perlindungan terhadap gangguan alam: hujan, panas, & kondisi lingkungan
Perlindungan terhadap keamanan dari pencurian
Perawatan preventif
Perawatan kuratif, pengobatan bila sakit
Pemberian Pakan
Pada umumnya, setiap sapi membutuhkan makanan berupa hijauan. Sapi dalam masa pertumbuhan, sedang menyusui, dan supaya tidak jenuh memerlukan pakan yang memadai dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Pemberian pakan dapat dilakukan dengan 3 cara: yaitu penggembalaan (Pasture fattening), kereman (dry lot faatening) dan kombinasi cara pertama dan kedua.
Penggembalaan dilakukan dengan melepas sapi-sapi di padang rumput, yang biasanya dilakukan di daerah yang mempunyai tempat penggembalaan cukup luas, dan memerlukan waktu sekitar 5-7 jam per hari. Dengan cara ini, maka tidak memerlukan ransum tambahan pakan penguat karena sapi telah memakan bermacam-macam jenis rumput.
Pakan dapat diberikan dengan cara dijatah/disuguhkan yang yang dikenal dengan istilah kereman. Sapi yang dikandangkan dan pakan diperoleh dari ladang, sawah/tempat lain. Setiap hari sapi memerlukan pakan kira-kira sebanyak 10% dari berat badannya dan juga pakan tambahan 1% - 2% dari berat badan. Ransum tambahan berupa dedak halus atau bekatul, bungkil kelapa, gaplek, ampas tahu. yang diberikan dengan cara dicampurkan dalam rumput ditempat pakan. Selain itu, dapat ditambah mineral sebagai penguat berupa garam dapur, kapus. Pakan sapi dalam bentuk campuran dengan jumlah dan perbandingan tertentu ini dikenal dengan istilah ransum.
Pemberian pakan sapi yang terbaik adalah kombinasi antara penggembalaan dan keraman. Menurut keadaannya, jenis hijauan dibagi
menjadi 3 katagori, yaitu hijauan segar, hijauan kering, dan silase. Macam hijauan segar adalah rumput-rumputan, kacang-kacangan (legu minosa) dan tanaman hijau lainnya. Rumput yang baik untuk pakan sapi adalah rumput gajah, rumput raja (king grass), daun turi, daun lamtoro.
Hijauan kering berasal dari hijauan segar yang sengaja dikeringkan dengan tujuan agar tahan disimpan lebih lama. Termasuk dalam hijauan kering adalah jerami padi, jerami kacang tanah, jerami jagung, dsb. yang biasa digunakan pada musim kemarau. Hijauan ini tergolong jenis pakan yang banyak mengandung serat kasar.
Hijauan segar dapat diawetkan menjadi silase. Secara singkat pembuatan silase ini dapat dijelaskan sebagai berikut: hijauan yang akan dibuat silase ditutup rapat, sehingga terjadi proses fermentasi. Hasil dari proses inilah yang disebut silase. Contoh-contoh silase yang telah memasyarakat antara lain silase jagung, silase rumput, silase jerami padi, dll.
Pengembangbiakan
Lalu tahap pengembangbiakan. Sapi potong mulai dewasa yaitu dimulai dari timbulnya oestrus (tanda-tanda birahi, bronst). Biasanya pada umur 8-12 bulan. Ini disesuaikan bangsa-bangsa, makanan, dan lingkungannya.
Pengawinan Sapi
Cara cara perkawinan yaitu pemeliharaan jantan dan betina dipisah. Bila bila ada betina yang bronst, diambilkan pejantanya agar mengawininya atau dilakukan perkawinan buatan atau dengan cara perkawinan bebas di padang rumput. Dimana sapi-sapi jantan dan betina yg sudah dewasa pada musim perkawinan dilepas bersama-sama. Kalau ada sapi-sapi betina yg bronst tanpa campur tangan si pemilik akan terjadi perkawinan.
Pengolahan Hasil
Selanjutnya adalah pengolahan hasil. Jenis olahan dikembangkan sesuai dgn karakteristik dan minat masyarakat. Bentuk hasil dari olahan ternak sapi potong diantaranya adalah : daging bisa diolah sebagi dendeng, daging asap, sosis, bakso,abon, corned. Dan, kulit bisa diolah sebagi bahan utk pembuatan tas, sepatu, ikat pinggang.
Pemasaran
Terakhir terkait pemasaran sebaiknya dikoordinasikan oleh kelompok tani. Agar biaya yg dikeluarkan tidak terlalu banyak karena bisa ditanggung bersama-sama. Pemasaran hasil sapi potong selain dipasarkan sebagai sapi potong berupa produk daging, juga sering dijual dlm keadaan hidup dan sebaiknya memilih standar harga per kilogram berat hidup.
Catatan
Beberapa pengetahuam soal sapi lainnya seperti bobot badan anak sapi yang baru lahir dapat mencapai 25 – 30 kg. Sapi yang baru lahir setelah beberapa menit akan langsung bisa berjalan. Induk sapi akan menyapih (menyusui) anak sapi selama 3 bulan dengan hanya meminum air susu induk sapi, setelah 3 bulan, sapi diberi makanan lain seperti konsentrat. Pada umur 6 bulan mulai diberi pakan hijauan. Sementara bobot sapi dewasa dapat mencapai 400 – 800 kg. Umur produktif pada sapi adalah 3 – 5 tahun, Selama hidupnya, sapi yang sehat bisa melahirkan sampai 5 – 6 kali. Umur maksimal seekor sapi sekitar umur 10 – 12 tahun.

Panduan Cara Budidaya dan Ternak Hamster Praktis


Ternak Hamster. Hamster merupakan salah satu hewan peliharaan yang mempunyai banyak penggemar. Selain penampilannya yang lucu dan menggemaskan , hamster termsuk sangat mudah dalam hal perawatannya . Untuk itu peluang usaha ternak hamster ini sangat potesnsial untuk dicoba . Untuk anda yang ingin terjun memulai bisnis in berukut Panduan Panduan Cara Budidaya dan Ternak Hamster Praktis .
Panduan Cara Budidaya dan Ternak Hamster Praktis
Kandang :

  • Upayakan kandang senantiasa bersih serta kering. pakai pasir atau butiran batu yang biasa dijual di area penjualan hamster untuk jadikan alasnya. pasir ini bermanfaat untuk mengeringkan kandang dari air kencing serta menyingkirkan bau air kencing itu sendiri. pasir ini juga dapat digunakan hamster untuk mandi hingga bulunya tampak rapi, kering, serta tidak bau.ubah pasir ini tiap-tiap minggu atau 2 minggu sekali dengan pasir baru. sesudah 1 minggu atau dua minggu, pasir ini dapat tampak kotor dikarenakan bercampur dengan kotoran serta sisa makanan. bila akan sedikit repot, pasir yang telah terpakai dapat dicuci, dikeringkan, serta digunakan lagi.langkah mencucinya, pasir bekas gunakan tadi direndam dulu supaya kotoran serta sisa makanan mengambang hingga gampang untuk dibuang serta dipisahkan dari pasirnya.

Pemberian Pakan Hamster 

  • Beri makanan dan minuman yang cukup. Untuk minuman jangan diberikan air karena akan menimbulkan basah dan mati, maka sebagai gantinya berilah toge yang masih segar pada pagi dan sore hari. 


  • Jika makanan di kandang habis, baru masukan kembali makanan yang baru supaya makanan selalu segar dan kebersihan kandang dapat terjaga. Semoga peternakan hamster anda menjadi usaha sukses yang akan memberikan anda bukan hanya hobi tapi juga keuntungan finansial.

Apabila hal tersebut dilakukan, umumnya dalam jangka waktu 3-4 bulan hamster sudah memasuki masa kawin dan bisa melahirkan sampai 8 ekor anak. Inilah sebabnya banyak yang beralih menjadi peternak hamster karena lebih mudah, tidak memakan tempat dan mampu menghasilkan banyak anak dalam waktu relatif singkat.
Demikian Infromasi mengenai Panduan Cara Budidaya dan Ternak Hamster Praktis untuk anda sekalian . Semoga dapat bermanaat info yang kami sajikan

Cara Beternak Dan Budidaya Lovebird Hasil Maksimal


Budidaya Burung Lovebird adalah salah satu jenis burung hias yang cukup banyak penggemarnya di Indonesia . Banyak yang berminat untuk ternak burung love bird karena love bird memiliki peluang usaha yang sangat menjanjikan. Love bird merupakanburung yang berukuran kecil, antara 13 sampai 17 cm dengan berat 40hingga 60 gram, dan burung ini bersifat sosial. Burung cinta secara umummempunyai tinggi 13 sampai 17 cm dan berat sekitar 40 sampai 60 gram,berekor pendek dan berparuh besar.love bird adalah satu burung dari sembilan jenis spesies genus Agapornis(dari bahasa Yunani “agape” yang berarti “cinta” dan “ornis” yang bearti“burung”). Mereka di beri nama love bird karena melihat dari tingkah lakumereka yang secara umum suka duduk berdekatan dan salingmenyayangi . Berikut ulasan selengkapnya mengenai Cara Beternak Dan Budidaya Lovebird Hasil Maksimal .
Cara Beternak Dan Budidaya Lovebird Hasil Maksimal
Cara Beternak Dan Budidaya Lovebird Hasil Maksimal


Pemilihan Induk Lovebird : 

Sebelum memulai beternak Lovebird, seharusnya kita membedakan duluantara Lovebird jantan dengan Lovebird betina. Secara warna dan fisik,love bird susah untuk diketahui jenis kelaminnya.jka kita inginmengetahui mana yang jantan dan mana yang betina Cara yang palinggampang adalah dengan meraba kedua capit udang yang terletakdibawah duburnya. Jika keras, rapat dan lancip, biasanya jantan.Sedangkan burung betina capit udangnya lembek, lebar dan tumpul.Untuk memulai beternak love bird kita harus memilih calon induk yangusianya relatif masih muda, sekitar umur 7 bulan sampai 2,5 tahun,karena jika umurnya sudah lebih dari 3 tahun biasanya tidak terlaluproduktif, serta tambahkan makanan ekstra seperti sawi, toge, kwaci

Pembuatan Kandang :

Lovebird adalah salah satu burung yang cukup lincah , suka bermain dan suka beterbangan kesana kemari. Maka harus diusahakan kandangnya harus cukup luas, selain itu lovebird cenderung terbang kearah horizontal dan arah vertikal. Maka usahakan kandang lovebird lebih memanjang kesamping dan menjulang keatas.
Ukuran kandang minimal untuk sepasang lovebird adalah 80x40x40 cm. untuk penangkaran kandang ini sudah cukup.
Bagi pemula yang ingin ternak lovebird sepasang dua pasang cukup beli kandang jadi yang banyak dijual di pasaran.
Jika ingin memelihara lovebird sekaligus dalam satu kandang (kandang koloni), maka dibutuhkan kandang yang lebih besar lagi. Setiap pasang lovebird membutuhkan ruangan kurang lebih 0,12 meter kubic. Sebagai perkiraan kandang dengan panjang 2 meter, lebar 1 meter dan tinggi 1,5 meter cukup untuk sekitar 5 pasang lovebird.
Lovebird adalah burung yang suka mengerat dan memiliki paruh yang cukup tajam, maka kalau membuat kandang sendiri usahakan dari besi, tetapi untuk kemudahan pembuatan biasanya dibuat dari kayu, tetapi yang kedalam seyogyanya dilapisi dengan plat seng atau alumunium. Untuk jeruji usahakan yang kokoh, carilah kawat loket yang tahan karat (terbuat dari galvanis), jangan yang dengan kawat loket yang dicoating (kawat yang didalam kecil).
Usahakan jarak kawat loket 1-2 cm persegi, kawat ini juga berfungsi sebagai pengaman dari hewan-hewan pemangsa seperti tikus maupun kucing.
Letak kandang minimal 1 meter dari tanah, hal ini membuat lovebird lebih nyaman karena di alam bebas lovebird lebih sering hidup diatas pohon dari pada di permukaan tanah. Selain itu letakkan kandang pada tempat yang teduh tetapi tetap terkena cahaya matahari langsung, terutama di pagi hari. Lovebird membutuhkan sinar matahari untuk menjaga kondisi tubuhnya.
Kandang yang ideal adalah menghadap kearah matahari terbit, sehingga lovebird akan kena sinar matahari sampai jam 10 pagi.
Untuk kelengkapan kandang ternak lovebird antara lain :
  • Sediakan tempat pakan
  • Sediakan tempat minum
  • Sediakan karamba atau tempat mandi
  • Sediakan tangkringan


Proses Penjodohan : 

Proses penjodohkan lovebird ada dua cara yang umum digunakan oleh para penangkar LB. Cara yang pertama adalah dengan menaruh banyak burung LB dalam satu sangkar besar, karena pasti ada LB yang berjodoh secara alami. Atau bisa juga dengan menaruh LB jantan dan betina dalam satu sangar namun disekat. Bisa juga dengan menaruh 2 sangkar secara berdekatan, satu sangkar diisi LB jantan dan satu sangkar lagi diisi LB betina. Burung yang sudah berjodoh akan menunjukkan perilaku "romantis." Misalnya saling berdekatan, beradu paruh, dan saling menarik perhatian. Jika hal itu terjadi, maka proses perjodohan bisa dikatan berjalan normal.
Pakan Lovebird : 

Sama seperti saat memelihara lovebird harian, pakan yang diberikan untuk lovebird adalah milet, jewawut, kenari seed, biji sawi, jagung muda, kangkung, sawi, tauge. Kuncinya adalah pakan yang bervariasi dan tidak monoton untuk mencukupi kebutuhan nutrisi lovebird selama diternak. Yang penting adalah asupan gizi untuk indukan LB haruslah seimbang dan jangan lupa untuk memberikan multivitamin di dalam air minumnya. Beberapa kandungan nutrisi yang dibutuhkan LB saat reproduksi anatar lain mineral, kalsium, vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3; zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid, dan Ca-D Pantothenate.
Masa Pengeraman Telur : 

Dalam masa pengeraman, indukan lovebird membutuhkan kenyamanan dan ketenangan di kandang dan sekitar kandang. Pastikan tidak ada gangguan tikus, kucing, anjing, semut, kecoa atau parasit. Waktu pengeraman lovebird sekitar 25 hari, dan daya tetas telur tergantung dari kondisi lingkungan dan betina itu sendiri. Jika sampai hari ke-25 telur belum juga menetas, maka kemungkinannya adalah gagal menetas. Yang penting kita tidak memegang telur yang sedang dierami, karena dapat menyebabkan gagal tetas dan tentunya mengganggu LB yang sedang mengeram.



Proses Bertelur Lovebird : 
Penjodohan sudah dilakukan dengan baik, saatnya lovebird betina untuk bertelur dan mengerami. Proses pengeraman sampai penetasan biasanya memakan waktu antara 2 hingga 3 minggu, setelah menetas jangan lupa untuk memberi makanan bergizi tinggi. 
Sedangkan untuk sayuran adalah kangkung, jagung muda, brokoli, toge, dan selada. Buah-buahan biasanya burung lovebird ada yang menyukai dan ada yang tidak, namun yang sering diberikan adalah pir, apel, pepaya, dan pisang. (Khusus untuk buah tidak menjadi prioritas utama, yang terpenting adalah sayuran)
Pastikan ketersediaan grit dan tulang sotong yang cukup pada indukan lovebird guna mensuplai asupan kalsium bagi induk maupun anakannya, bahan ini bisa anda beli di toko burung.

Demikian Informasi mengenai Cara Beternak Dan Budidaya Lovebird Hasil Maksimal untuk sobat sekalian , semoga informasi diatas dapat membantu .